Notaris asal Tanggerang menjadi Seven Summiter Indonesia

“Pekerjaan saat ini sebagai Notaris di Kota Tanggerang dan sudah 24 tahun profesi itu saya tekuni. Saya mempunyai 2 orang anak, laki-laki dan perempuan, awalnya keluarga kurang support untuk memberi izin saya mendaki gunung, tapi lama-lama di izinkan juga.” Demikian uraian Syarifudin membuka komunikasi dengan the7summitsindonesia.com.

Pendaki yang sempat lama vakum ini memulai lagi hoby mendakinya saat era covic melanda, waktu luang yang cukup banyak membuat dia mulai lagi mendaki dan tahun 2021 itulah dia baru pertama kali mendengar adanya 7 Summits Indonesia dan mulai mencanangkan niatnya untuk menggapai ke 7 puncak tersebut.

“Konsep 7 summit Indonesia sangat bagus karena memperkenalkan keindahan gunung-gunung di Indonesia dan menjadi penyemangat orang-orang untuk mendaki, menjadi kepuasan tersendiri apabila bisa menyelesaikan 7 summits, kenapa saya tertarik menaklukkan 7 Summit Indonesia, buat cerita ke anak cucu saya, bahwa saya pernah mencapainya dan dengan menyelesaikan 7 summit Indonesia.” Urai Syarifudin panjang lebar mengenai ketertarikannya terhadap konsep The Seven Summits of Indonesia. Dan dia berhasil menyelesaikan pendakian 7 Summits Indonesianya dalam kurun waktu 4 tahun 9 bulan.

Mengaku hal utama yang menjadi hambatannya untuk menyelesaikan sirkuit 7 Summits Indonesia adalah keterbatasan waktu yang dia miliki, dan berharap untuk kawan-kawan pendaki yang tengah berupaya menyelesaikan projek 7 Summits Indonesianya agar tetap terus semangat, beratih terus dan jangan lupa menabung. “Insya allah kalau ada keinginan kuat, semesta akan mendukung dan memberi jalan yang mudah untuk mencapai nya.” Ucap Syarifudin mengakhiri komunikasi kami.